Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Daerah

Eksplorasi Situs Budaya Melalui Film, HRD Nyatakan Dukungan Penuh

553
×

Eksplorasi Situs Budaya Melalui Film, HRD Nyatakan Dukungan Penuh

Sebarkan artikel ini
H. Ryan Diovella, Tokoh perantau, putra Batipuh Tanah Datar. (Dok. Pribadi)

TANAH DATAR – Menyikapi eksplorasi budaya melalui konten hiburan, ternyata dapat menjadi salah satu media edukasi bagi generasi muda dan masyarakat secara umum.

Hal itu tergambar dari apa yang dilakukan rumah produksi (PH) Marawa Pro. PH milik sineas bernama Marde Putra itu, telah menggarap belasan film bergenre laga silat dan romatisme budaya. Tak dipungkiri, garapan Marde yang rerata berasal dari idenya sendiri itu, mampu menggebrak pemahaman budaya yang selama ini hampir tidak diperhatikan.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

“Saat ini kita sedang menggarap film budaya berjudul Rumah Ini Butuh Tuhan. Sebuah film yang memuat fenomena sosial di masyarakat. Film ini mengedepankan kisah tentang peran seorang mamak di Ranah Minang,” papar Marde saat berdiskusi bersama Nova Indra, pimpinan lembaga Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) Melati, Sabtu kemarin.

Selain garapannya pada genre tersebut, bersama P3SDM Melati, Marawa Pro juga akan memulai garapannya pada situs-situs budaya dan pubakala daerah.

Cover Film Rumah Ini Butuh Tuhan. (Dok. Marawa Pro)

“Kita sepakati bersama P3SDM Melati untuk menggarap film-film dokumenter situs budaya dan purbakala. Kemungkinan, tahap awal kita bergerak di Tanah Datar,” sebut Marde.

Menanggapi hal itu, secara terpisah, H. Ryan Diovella seorang tokoh perantau Tanah Datar yang sedang berada di Batusangkar menyatakan dukungannya.

“Kita sangat mendukung peran swasta dalam membangun kembali situs budaya dan purbakala melalui publikasi film-film dokumenter. Mungkin nanti dikemas dalam bentuk konten yang menghibur, sehingga diminati masyarakat,” sebutnya kepada awak media ini, Minggu (7/7).

Salah satu scene film Rumah Ini Buruh Tuhan garapan Marawa Pro. (Dok. Marawa Pro)

Pebisnis yang juga penulis di masa mudanya itu melanjutkan, keberadaan situs budaya dan purbakala yang ada di Tanah Datar, memang membutuhkan sentuhan khusus agar kembali menjadi salah satu objek dari kepariwisataan daerah.

“Jadi, ini pantas kita dukung penuh. Daerah ini butuh tangan-tangan dingin untuk memajukannya,” pungkas Ryan Diovella.(ni)

I Love Wallpaper Store