Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia
Kuliner

Hidangan Iga Sapi Lezat Anti-Gagal

127
×

Hidangan Iga Sapi Lezat Anti-Gagal

Sebarkan artikel ini
Iga bakar dari Soul of Ribs Mercure Hotel Jakarta Batavia. (dok. Liputan6.com/Rusmia Nely)

JAKARTA – Anda suka berburu kuliner iga sapi? Kini saatnya anda masak di dapur sendiri.

Iga sapi memang menjadi salah satu bahan dasar yang cukup terkenal untuk dijadikan hidangan lezat. Meski dagingnya tidak sebanyak bagian lain, iga sangat spesial hingga banyak makanan yang berbahan dasar dari bagian ini. Sebut saja sop iga, konro, hingga iga bakar.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

Memasak iga di rumah bukan hal yang mudah, karena daging yang berbalut lemak dan volumenya yang tipis. Salah cara memasak bisa mempengaruhi tekstur dagingnya dan membuat pengalaman memakannya jadi tidak enak. Bahkan, kadang sampai keras dan sulit untuk dikunyah.

Chef Tito Gofran dari Mercure Hotel Batavia Jakarta membocorkan sedikit trik yang bisa membuat igamu empuk dan mudah lepas dari tulangnya.

Tito mengatakan, langkah utama dalam memasak iga yang tidak boleh terlewat adalah dengan merebusnya terlebih dahulu. Perebusan ini bisa membuat iga matang sempurna dan membersihkan sisa-sisa darah yang masih belum terbersihkan sempurna dari dagingnya.

“Kita tetap rebus iga pakai panci yang bagus. Pakai api shimmer jangan terlalu besar karena bisa membuat daging jadi cepat hancur. Rebus sekitar 3–4 jam,” sebut Tito ketika ditemui di acara Live Music dalam rangka Hari Ulang Tahun Jakarta ke-497 di Hotel Mercure Batavia Jakarta, beberapa hari lalu.

Waktunya memang tidak sebentar namun, Tito meyakinkan bahwa cara ini adalah yang paling akurat untuk memasak iga. Ia juga biasanya memasak iga dengan potongan yang lebih besar agar dagingnya tidak hancur.

Salah satu kesalahan terbesar dalam memasak daging atau iga secara khusus adalah orang-orang langsung mengangkatnya setelah selesai direbus karena berpikir bahwa iga sudah matang dan bisa langsung diproses untuk jadi hidangan. Tito mengungkapkan justru hal itu membuat iga jadi keras kembali.

“Setelah empuk jangan langsung diangkat. Kalau langsung diangkat itu daging akan ngeset lagi dan akan jadi agak keras lagi,” sebut Tito.

Ia menyarankan untuk membiarkan iga di dalam panci yang sudah dimatikan kompornya setidaknya 20–30 menit atau maksimal hingga 1 jam. Hal ini untuk memastikan bahwa daging iga yang sudah dimasak tidak kembali ke tekstur semulanya.

Selesai menunggu waktu rest, iga baru bisa diangkat dengan hati-hati. Tito memperingatkan bahwa daging iga sangatlah rapuh sebab terdiri dari lapisan otot yang jarang digunakan dan dibalut oleh lapisan lemak tipis. Ini juga yang membuat dagingnya bisa sangat empuk ketika dimasak dengan benar.

“Saat dipotong itu hasilnya akan kemerahan kembali iganya. Itu sudah akurat.” sebutnya.

Pemilihan jenis iga juga sangat mempengaruhi hasil akhir hidangan. Tito mengatakan bahwa iga yang biasa dipakai untuk iga bakar atau barbekyu ribs berbeda ketebalannya dengan iga yang dipakai untuk sop.

Untuk olahan iga berkuah biasanya dipakai iga yang lebih tebal karena akan dimasak dalam kuah yang lebih banyak. “Jenis iga bisa berbeda, kalau iga sop itu lebih tebal dagingnya dan tipisnya itu berbeda,” sebutnya.

Selain ketebalan jenis daging iga, biasanya dalam hal potongan ada setidaknya tiga jenis potongan iga yang dipakai untuk jenis masakan yang berbeda-beda. Untuk hidangan iga bakar dan barbekyu biasanya menggunakan potongan yang disebut sebagai baby back ribs. Ciri khasnya adalah tulang-tulangnya dipotong panjang.

Selain itu, ada jenis potongan flanken-style ribs yang biasa ditemukan pada barbekyu Korea dengan potongan horizontal yang pendek sehingga tulang-tulangnya berbentuk kotak dan kecil-kecil.

Terakhir, ada jenis short ribs. Jenis ini sesuai dengan namanya memang dipotong lebih pendek yang berasal dari bagian paling atas dari gugusan rusuk sapi dan punya ciri khas daging yang paling tebal dan berlemak.(liputan6)

I Love Wallpaper Store