Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Bisnis

Kerjasama dengan Pengusaha, Pegiat Pertanian Tanah Datar Mulai Menggeliat

492
×

Kerjasama dengan Pengusaha, Pegiat Pertanian Tanah Datar Mulai Menggeliat

Sebarkan artikel ini

TANAH DATAR – Usaha di bidang pertanian menjadi salah satu penunjang tumbuhnya ekonomi masyarakat di Kabupaten Tanah Datar.

Dengan wilayah yang sangat luas, potensi pengembangan pertanian menjadi keuntungan bagi pemilik lahan dalam meningkatkan pertanian sebagai penyangga perekonomian daerah. Salah satunya adalah perkebunan hortikultura.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

Dijelaskan Aliardi dan Drs. Mukhyar DN kepada media ini, upaya peningkatan aktivitas pertanian sebenarnya sudah cukup baik di wilayah Tanah Datar. Namun berkaitan dengan hasil panen, seringkali para petani mengalami kendala pemasaran.

“Ada masalah di bidang pemasaran hasil panen. Hasil pertanian yang bagus, ternyata kadang tidak sesuai harapan petani saat memasarkannya. Kendala itu terutama pada persoalan harga dan tempat penyaluran tetap setiap masa panen,” demikian sebut Aliardi, tokoh muda pegiat pertanian sekaligus Direktur Reseacrh pada lembaga Luhak nan Tuo Institute itu.

Menurutnya, tentu saja para petani harus mendapatkan peluang yang jelas dan pasti dalam hal pemasaran hasil produk.

“Dan ini sedang kita bicarakan dengan berbagai pihak. Kami yang juga petani, telah berupaya melakukan penjajagan kerjasama dengan PT Konsorsium Bisnis Minangkabau (PT KBM). Dan hari ini bersama pak Delferis selaku supervisor Divisi Agro PT KBM mewakili Delsi Molanda sebagai Dirutnya, kita bicararakan beberapa hal penting terkait pemasaran produk pertanian seperti singkong, ubi talas, ubi naruto, cabai organik, dan asparagus organik,” papar alumni sekolah khusus muballigh itu.

Sementara itu Mukhyar DN yang selama ini sebagai salah seorang pegiat pertanian di Tanah Datar mengatakan, kerjasama-kerjasama untuk hilirisasi panen dalam artian pemasaran, adalah hal yg harus menjadi perhatian penuh.

“Contohnya saat ini, kami yang berada di daerah Nagari Padanglua III Koto, selama ini dikenal sebagai penghasil singkong. Namun karena pemasaran dan harga pasarnya yang rendah, para petani pun menjadi kurang bersemangat. Bahkan sudah beralih pada bidang lain, padahal potensi daerah ini luarbiasa,” sebut tokoh Muhammadiyah Tanah Datar itu.

Kini, bersama sejumlah pegiat pertanian seperti Aliardi, Mukhyar kembali mengembangkan potensi yang ada di bidang perkebunan singkong. “Kita akan olah hasil panen singkong petani menjadi mocaf. Dan tentunya kita juga harus mencari lembaga-lembaga kerjasama untuk pemasarannya,” papar mantan guru sekolah menengah itu. (ni)

I Love Wallpaper Store