Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Perspektif

Masyarakat Perlu Tahu, Ini Cara Menguji Kelayakan Calon Pemimpin

308
×

Masyarakat Perlu Tahu, Ini Cara Menguji Kelayakan Calon Pemimpin

Sebarkan artikel ini
Iqbal Utama Yahya, S.IP, M.IP (Direktur Eksekutif Luhak Nan Tuo Institute). Foto: Pribadi

TANAH DATAR – Memilih pemimpin, bukan hanya melihat citra dan tutur kata. Tapi juga kerja yngg melibatkan program dan komitmen terhadap masyarakat.

Hal di atas sengaja penulis jadikan sebagai pembuka tulisan ini mengingat Pilkada tinggal menghitung bulan, sekaligus sebagai alarm untuk masyarakat agar menggunakan hak pilihnya dengan cermat, bijak, teliti serta menelisik terlebih dahulu program dan komitmen sebelum menjatuhkan pilihan.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

Hal ini menjadi penting mengingat memilih pemimpin bukanlah pekerjaan mudah, tidak semudah mencoblos gambar di atas kertas. Memilih pemimpin adalah pekerjaan berat, karena ada konsekuensi yang lahir dari pilihan yang diberikan. Konsekuensi itu tidak hanya berlaku sehari pasca memilih, tapi ribuan hari mendatang. Atau dalam ungkapan popular, lima menit menentukan lima tahun ke depan.

Selama ini, banyak masyarakat yang tidak menyadari konsekuensi pilihan mereka. Baginya memilih adalah ‘suka-suka’ yang hanya melibatkan mata dan telinga saja. Alhasil, sosok pemimpin yang terlihat baik dan memberikan perhatian kepada mereka sebelum memilih, adalah pertimbangan penting sebelum menjatuhkan pilihan. Akibatnya, sosok pemimpin berlomba-lomba menampilkan citra diri yang baik, religius, dekat dengan rakyat dan tak lupa memberikan ‘hadiah’ kepada masyarakat. Seperti sembako bahkan uang.

Untuk itulah, rakyat harus mengerahkan segala daya upayanya untuk melihat mana pemimpin yang benar-benar layak untuk dipilih. Upaya-upaya tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

Pertama, melihat track record atau rekam jejaknya. Seorang calon pemimpin, terutama yang mengikuti kontestasi Pilkada, jelas sosok yang sudah dikenal orang atau memiliki popularitas.

Artinya, sang calon pemimpin punya latar belakang yang bisa ditelusuri dan selanjutnya bisa menjadi pertimbangan dalam menjatuhkan pilihan. Mana mungkin kita memilih orang-orang yang tidak berpihak kepada rakyat, atau orang-orang yang pernah menjabat, tapi selama dia mengemban amanah, dia tidak amanah atau tidak ada perubahan signifikan dalam pembangunan.

Track record ini tidak hanya berhenti sebatas prestasi kerja, namun yang lebih penting adalah etika dan moralitas sang pemimpin. Hal ini merupakan ruh yang mesti hidup dalam jiwa pemimpin.

Dalam Islam, hal ini ditunjukkan dengan ketaatannya kepada Sang Khaliq, dan terimplementasi dalam kehidupannya sehari-hari. Tidak akan mungkin seorang pemimpin berlaku adil dan amanah, manakala agamanya tidak berdenyut dalam nadi kehidupannya.

Kedua, pemimpin yang mau berkomitmen dengan masyarakatnya. Hari ini dengan banyaknya fenomena janji kampanye yang selalu didengungkan oleh pegiat kontestasi pemilu, membuat masyarakat terkesima dan dilema dengan pilihan mereka.

I Love Wallpaper Store