Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia
Daerah

Banjir Lahar Dingin Marapi, RAPI Padang Panjang Dirikan Pusat Kendali Komunikasi Kebencanaan

1091
×

Banjir Lahar Dingin Marapi, RAPI Padang Panjang Dirikan Pusat Kendali Komunikasi Kebencanaan

Sebarkan artikel ini

PADANG PANJANG – Membantu kegiatan 10.33 (red: emergency) di setiap kejadian, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) menjadi yang terdepan pada urusan jaringan komunikasi.

Hal itu juga ditunjukkan oleh RAPI Wilayah Padang Panjang dalam operasi SAR korban banjir lahar dingin Marapi yang terjadi pada Sabtu (11/5) menjelang tengah malam.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

Selain menurunkan tim operasi yang BKO pada BPBD setempat, tim komunikasi RAPI Padang Panjang segera mempersiapkan pusat kendali komunikasi kebencaaan di lokasi Silaiang Kariang, Minggu (12/5).

Sejak pagi, sejumlah personil RAPI Padang Panjang telah bergabung dengan elemen kebencanaan yang ada di perbatasan wilayah Padang Panjang dan Tanah Datar bagian Barat.

“Kita pasang antena komunikasi radio. Frekuensi yang kita gunakan adalah frekuensi resmi RAPI Wilayah Padang Panjang, yaitu di 143.400,” sebut Deni Syaputra kepada media Warta-1.

Penggunaan radio komunikasi dua arah, menjadi tumpuan utama arus komunikasi kebencanaan di lokasi. Tersedianya jaringan radio komunikasi oleh RAPI tersebut, tentunya sangat membantu seluruh petugas di lapangan dalam menyerap dan memberikan pesan-pesan penting terkait kegiatan di lapangan.

Diketahui, banjir lahar dingin Marapi yang melanda sejumlah wilayah di Tanah Datar, Agam, dan Padang Panjang, Sabtu (11/5) malam, membuat daerah tersebut luluh lantak di beberapa titik.

Bukan cuma itu saja, korban jiwa pun turut berjatuhan. Seperti dilaporkan BPBD Sumbar, hingga pukul 14 siang tadi, tercatat 34 orang tewas akibat bencana turunan erupsi Marapi itu.

Dari 34 orang korban itu, 16 orang di antaranya adalah warga Kabupaten agam, sementara 18 orang adalah warga Tanah Datar.

Sementara itu, masih menurut laporan BPBD Sumbar, lima orang warga masih dikabarkan belum ditemukan.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, saat merilis informasi bersama BPBD, mengatakan, berhubung saat ini proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung di lapangan. Maka potensi pergerakan data ini masih sangat terbuka. (ni)

I Love Wallpaper Store