Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia
Daerah

Edukasi Elemen Pendidikan terkait Kebencanaan, P3SDM Melati Ajak Organisasi Radio Bersinergi

312
×

Edukasi Elemen Pendidikan terkait Kebencanaan, P3SDM Melati Ajak Organisasi Radio Bersinergi

Sebarkan artikel ini
Potensi bencana alam di Sumbar, Erupsi Marapi dan Sesar Semangko.

TANAH DATAR – Mencermati situasi kebencanaan yang sering menimpa wilayah di Sumatera Barat, terutama berkaitan dengan erupsi Marapi dan Patahan Semangka, seluruh elemen warga perlu menyiapkan diri dan terus waspada.

Lima bulan sudah erupsi Gunung Marapi mewarnai jagad Ranah Minang. Sejak erupsi pertama tanggal 3 Desember 2023 silam, yang merenggut 24 nyawa para pendaki, sejumlah bencana turunannya membuat berbagai pihak khawatir.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

Banjir lahar dingin Marapi pun sudah merusak sejumlah wilayah. Termasuk korban jiwa dari pertugas yang sedang menjalankan aktivitasnya di salah satu lokasi terdampak lahar dingin di Aia Angek Tanah Datar.

Bukan cuma itu saja, 3.144 hektare lahan pertanian warga di Padang Panjang, Tanah Datar dan Kabupaten Agam pun terdampak. Aktivitas petani terganggu sangat serius sebagai akibat dari abu vulkanik yang terus menerus menghujani lahan.

“Tentunya hal ini perlu perhatian dari seluruh elemen masyarakat. Bukan cuma dampak yang telah terjadi saja, kita perlu mawas diri dari efek lanjutan dan kesiapsiagaan seluruh lini masyarakat. Salah satunya adalah di lini pendidikan,” demikian ujar Nova Indra, Direktur Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) Melati yang berbasis di Kota Malang Jawa Timur, kepada media ini, Sabtu (4/5).

Terkait lini pendidikan yang dimaksud Nova, siswa dan guru perlu mendapatkan edukasi yang terukur terkait kebencanaan yang bisa saja terjadi tiba-tiba.

“Bukan hanya bencana erupsi gunung api Marapi, tetapi juga kesiapsiagaan unsur pendidikan terhadap gempa bumi yang potensinya cukup besar di wilayah ini,” papar Nova.

Karena itu, sebut Nova, melalui lembaga yang dipimpinnya itu, ia mengajak elemen-elemen dan potensi kesiapsiagaan bencana untuk bersinergi memberikan edukasi kepada guru dan siswa, untuk menghadapi hal-hal yang berkaitan dengan kebencanaan.

“Rencananya, kami akan melakukan edukasi ke sekolah-sekolah, baik guru dan siswa, dalam tahap sosialisasi kesiapsiagaaan menghadapi kemungkinan terburuk bila terjadi bencana gunung api dan gempa bumi,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya pun mempersiapkan kerjasama dengan elemen-elemen yang ada. Termasuk organisasi-organisasi yang berkaitan dengan radio komunikasi dua arah seperti Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) maupun ORARI.

“Di bidang komunikasi radio, menjadi satu hal penting untuk disosialisasikan. Karena bila terjadi bencana yang lebih besar, informasi melalui radio komunikasi menjadi tumpuan satu-satunya saat sinyal GSM tidak berfungsi,” sebut pemegang callsign JZ03AQP itu.

Menindaklanjuti hal itu, Nova menjelaskan, saat ini tengah melakukan komunikasi dengan pengurus organisasi radio yang ada.

“Kita upayakan ini berhasil. Di sisi ini, tentunya harus disegerakan karena kita tidak pernah tahu kapan bencana akan menimpa. Yang jelas, semua elemen harus siaga,” pungkasnya. (*)

I Love Wallpaper Store