Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia
Tekno

Satelit LAPAN-A2 BRIN Bantu Proses Komunikasi Wilayah Bencana

58
×

Satelit LAPAN-A2 BRIN Bantu Proses Komunikasi Wilayah Bencana

Sebarkan artikel ini
Satelit LAPAN-A2 BRIN/ foto: Humas BRIN

JAKARTA – Satelit LAPAN-A2 yang dikembangkan oleh Pusat Riset Teknologi Satelit Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (OR PA), dinilai akan memberikan kontribusi dalam pemantauan wilayah Indonesia. Kontribusi tersebut dengan membantu proses komunikasi untuk daerah-daerah yang dilanda bencana.

Satelit LAPAN-A2 telah diluncurkan pada 28 September 2015 dari Sriharikota India. Satelit tersebut dioperasikan melalui Mission Control Center (MCC) Stasiun Bumi Rancabungur Bogor. Satelit menggunakan teknologi Voice Repeater (VR) dan Automatic Packet Reporting System (APRS).

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

Dikutip dari keterangan resmi BRIN pada Rabu (27/3), Kepala Pusat Riset Teknologi Satelit Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wahyudi Hasbi mengatakan, VR dan APRS merupakan muatan atau payload yang digunakan dalam menjalankan misi komunikasi satelit.

Kedua muatan ini dikatakannya dapat membantu proses komunikasi darurat di daerah bencana ketika komunikasi terestrial terputus, sehingga dapat membantu proses komunikasi ke wilayah terdampak bencana.

“Melalui muatan VR, satelit LAPAN-A2 dapat digunakan para amatir radio dalam mengirimkan pesan suara. Sementara melalui muatan APRS, operator satelit dapat mengirimkan pesan singkat dalam bentuk teks (seperti SMS) kepada para amatir radio. Selain itu, data lain yang dapat dikirimkan dapat berupa foto/gambar,” ujar Wahyudi.

Satelit LAPAN-A2 memiliki nama seri IO-86, yang bermakna Indonesian OSCAR (Orbiting Satellite Carying Amateur Radio) ke-86 di dunia. Voice Repeater IO-86 memiliki keunggulan yakni dapat diakses menggunakan HT kecil standar sehingga memudahkan saat digunakan pada situasi darurat.

Pemancar balik LAPAN-A2 memiliki daya pancar 5watt yang cukup besar. Sementara sinyal balik dari satelit bisa diterima oleh antenna rubber duck bawaan HT standar.

“Jangkauan komunikasi satelit ini lebih dari 4.500 km. Hal tersebut memungkinkan pengguna amatir radio di Indonesia untuk berkomunikasi dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Thailand, Srilanka, hingga Jepang dan China,” ujarnya

Ia juga menambahkan, Satelit IO-86 yang dikembangkan oleh BRIN tersebut dapat diakses melalui frekuensi 145.825mhz untuk APRS, sedangjan untuk VR diakses dengan frekuensi 145.880mhz (Uplink) dan 435.880mhz (Downlink).

Wahyudi menjelaskan, peran satelit IO-86 salah satunya adalah pada saat gempa bumi di Lombok dan Tsunami di Palu pada beberapa tahun yang lalau, satelit LAPAN-A2 (IO-86) diaktifkan untuk membantu komunikasi antar relawan penanganan bencana.

Semua pengguna radio amatir bisa menggunakannya. Hal ini dikarenakan jangkauan komunikasi satelit yang luas sehingga para relawan dapat berkoordinasi dengan daerah-daerah lainnya.

“Satelit hasil kolaborasi dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) ini, memungkinkan menjangkau seluruh pengguna radio amatir di Indonesia. Melalui cara ini ORARI dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Tim SAR guna mencari jalur evakuasi alternatif atau pengiriman bantuan,” tuturnya.

Wahyudi menuturkan, teknologi satelit sebagai teknologi tinggi yang sulit diakses oleh masyarakat untuk dapat ditinjau kembali, karena saat ini masyarakat dari berbagai kalangan dapat mengakses satelit LAPAN-A2.

BRIN dan ORARI teLah beberapa kali melakukan Bimbingan Teknis Komunikasi Satelit kepada para siswa, komunitas, organisasi maupun masyarakat umum. Bimtek dilakukan di berbagai daerah dan beberapa event seperti JOTA JOTI (Jamboree On The Air – Jamboree On The Internet) bagi para anggota Pramuka.

“Hingga saat ini IO-86 masih digunakan saat terjadi bencana di Indonesia dan digunakan untuk berlatih komunikasi kebencanaan sebagai langkah antisipasi jika terjadi bencana. Latihan ini dilakukan bersama dengan ORARI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana,” tutup Wahyudi.(infopublik)

I Love Wallpaper Store