Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia
Nasional

BRIN: Masyarakat Perlu Miliki Peta Bahaya Tsunami

45
×

BRIN: Masyarakat Perlu Miliki Peta Bahaya Tsunami

Sebarkan artikel ini
Kolaborasi antara Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan British Geological Survey (BGS) dalam acara #3 Tsunami Hazards In Indonesia: a workshop to discuss recent events, their impact and their mitigation. Foto: Humas BRIN

JAKARTA Wilayah Indonesia memiliki risiko terjadinya bencana tsunami, seperti tsunami di Aceh, Banten, Donggala dan lainnya yang sudah terjadi tempo lalu.

Karena itulah, Pusat Riset Kebencanaan Geologi (PRKG) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menekankan kepada masyarakat, untuk memiliki peta bahaya tsunami sebagai antisipasi untuk menghadapi ketika terjadi bencana tsunami.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

Periset PRKG BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, menyampaikan terdapat indikator yang harus dilakukan untuk menghadapi bahaya tsunami, salah satunya adalah dengan menetapkan wilayah bahaya tsunami dan masyarakat diharuskan memiliki peta bahaya tsunami.

Peta bahaya tsunami akan memberikan kesiapsiagaan bagi masyarakat yang terletak di lokasi pesisir pantai, sehingga dapat mengurangi adanya korban jiwa dan kerugian material yang diakibatkan dari tsunami.

Hal itu dikutip dari Humas BRIN pada Minggu (17/3/2023), Rahma dalam acara Geohazard #3 Tsunami Hazards In Indonesia: a workshop to discuss recent events, their impact and their mitigation yang bekerja sama dengan British Geological Survey (BGS).

“Dengan pembuatan peta risiko tsunami dan peta jalur evakuasi berbasis teknologi foto udara, bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap tsunami. Tentunya dalam rangka meminimalkan korban jiwa dan kerugian ekonomi,” ujar Rahma.

Ia menekankan kepada semua pihak, untuk menerapkan standardisasi sistem peringatan dini di daerah rawan bencana tsunami.

Hal itu bisa dilakukan dengan metode, persyaratan, dan prosedur implementasi yang baik, dan meningkatkan kesiapsiagaan bagi masyarakat di daerah rawan bencana tsunami.

“Tentunya substansi penguatan kesiapsiagaan tsunami itu meliputi Risk Assessment, Penyebaran dan Komunikasi Pengetahuan, Layanan Pemantauan dan Peringatan, Response Capability, Komitmen otoritas dan masyarakat terhadap keberlanjutan Sistem Peringatan Dini,”imbaunya,” ujarnya. (infopublik)

I Love Wallpaper Store