Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Nasional

Desy Ratnasari Sebut Pola Asuh Anak Penting Cegah Bullying

62
×

Desy Ratnasari Sebut Pola Asuh Anak Penting Cegah Bullying

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi X DPR RI Desy Ratnasari di sela-sela Kunjungan Kerja Reses Tim Komisi X DPR ke Bantul, Yogyakarta, Selasa (28/2). Fitri/Man

BANTUL – Anggota Komisi X DPR RI Desy Ratnasari menyampaikan keprihatinan atas maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari peran pola asuh orang tua. Ia menilai komunikasi yang terbuka antara anak dan orang tua serta komunikasi berkesinambungan antara wali murid dan pihak sekolah menjadi salah satu kunci dalam persoalan tersebut.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

“Jadi kita tidak serta merta menyalahkan anak, tapi kita juga wajib introspeksi diri sebagai orang tua, sudah seberapa kenal kita dengan pribadi anak kita, kesulitan yang dihadapi anak kita,” ucapnya di sela-sela Kunjungan Kerja Reses Tim Komisi X DPR ke Bantul, Yogyakarta, Selasa (28/2).

“Karena kan ada beberapa anak yang kesulitan untuk menyampaikan kendala-kendala yang dihadapinya,” tukas Desy.

Politisi Fraksi PAN itu menyampaikan bahwa orang tua merupakan institusi utama dalam menerapkan kedisiplinan dan moralitas kepada anak.

“Bagaimana menerapkan disiplin di rumah, bagaimana agar anak tahu batasan, dia tahu menghargai orang, bagaimana agar dia tahu menghadapi diri sendiri, Insyaallah (jika optimal pola asuh orang tua maka) di sekolah akan baik-baik saja. Itu kalau kita tidak mau menyalahkan orang lain,” jelasnya.

Tak hanya itu, Desy menjelaskan, dalam mencegah anak menjadi pelaku perundungan, selain pendidikan moral dan kedisiplinan, diperlukan juga pendidikan agama.

Ia meyakini, dengan penanaman paham keagamaan yang baik, anak akan memiliki akhlak yang baik dan lebih mengutamakan unsur kebaikan dalam menyelesaikan masalahnya, serta menghindari hal-hal emosional yang mengundang pertikaian.

Karenanya, ia berharap agar setiap orang tua mengambil andil dan merasa bertanggungjawab dalam mengentaskan perilaku bullying anak.

“Paling utama adalah introspeksi diri, sehingga kita tahu apa yang menjadi tugas kita, apa yang menjadi kewajiban kita, jika kita terbiasa berempati. insyaallah aman-aman saja,” tutupnya. (dpr/Ed.NI)

I Love Wallpaper Store