Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia
Daerah

Sejumlah Akademisi di Malang Gelar Mimbar Demokrasi

91
×

Sejumlah Akademisi di Malang Gelar Mimbar Demokrasi

Sebarkan artikel ini
Seruan luhur akademisi dan masyaraat sipil Malang Raya. (Foto: medcomid)

WARTA-1 – Seruan moral para sivitas akademika kampus bersama masyarakat sipil muncul di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (5/2).

Pegiat gerakan demokrasi melancarkan seruan moral untuk reformasi jilid dua jelang Pemilu 2024 di kota berjuluk Kota Pendidikan itu. Mereka bergerak lantaran Indonesia krisis kepemimpinan dan keteladanan bangsa.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

Sekitar 86 orang dari berbagai perguruan tinggi, menggelar mimbar demokrasi di pelataran alun-alun Kota Malang sembari membentangkan poster berisi kritik, masukan dan ajakan bersama mengawasi Pemilu, sehingga pesta demokrasi berlangsung jujur dan adil.

Juru bicara seruan luhur akademisi dan masyaraat sipil Malang Raya, Purnawan Dwikora Negara mengatakan, bangsa ini membutuhkan keteladanan yang pemimpinnya senantiasa mematuhi etika berbangsa dan bernegara.

“Mimbar seruan moral ini ditujukan pada pemimpin bangsa. Ini tidak ditujukan pada person. Yang kita kritisi semua, bahkan partai besar sekalipun kita kritisi pentingnya keteladanan etika dan moral,” tegasnya.

Saat ini, masyarakat mengalami keprihatinan karena para politikus dan para pemimpin baik formal dan nonformal saling sindir dan saling serang. Karena itu, para akademisi dan masyarakat sipil bersatu untuk mengkritisi sekaligus mengingatkan.

“Sudah lama kami memberikan masukan dalam forum di kampus, tapi tidak direspons. Sebetulnya, kami menggantungkan harapan pada politisi dan oposisi. Akan tetapi, nyatanya, mereka semakin diam. Kemudian, para akademisi, mau tidak mau bersuara,” katanya.

Dalam konteks ini, ia menekankan masyarakat jangan golput. Setiap orang silahkan melakukan hak pilih dengan mencoblos pilihan terbaik.

“Intinya kami ingin pemerintahan berbasis legitimasi suara rakyat yang bermartabat, bukannya yang dibeli, terpaksa dan diintimidasi,” pungkasnya. (source: MI/medcom)

I Love Wallpaper Store