Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia
Daerah

Tingkatkan Kompetensi Guru, Uniga Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka

132
×

Tingkatkan Kompetensi Guru, Uniga Gelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka

Sebarkan artikel ini

KOTA MALANG – Dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, Universitas Gajayana Malang (Uniga) menyelenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka.

Workshop tersebut digelar dengan kolaborasi bersama Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota dan Kabupaten Malang, dan Ikatan Guru Raudlotul Athfal (IGRA) Kabupaten malang, serta Program Studi Psikologi Universitas Gajayana Malang, Sabtu (13/1) kemarin.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

Kegiatan tersebut dihadiri oleh kurang lebih 450 peserta. Bertempat dilaksanakan di aula Uniga, workshop ditujukan untuk memajukan kualitas tenaga pendidik, khususnya di ranah Implementasi Kurikulum Merdeka.

Kepala Dinas Kabupaten Malang, Drs. Suwaji, S.IP., M.Si. menyampaikan, upaya peningkatan mutu pendidikan dan kualitas pendidikan, serta kompetensi tenaga pendidik, menjadi sangat penting. Hal itu dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan pedidikan dan mempersiapkan generasi muda yang berkualitas.  

“Kunci keberhasilan kependidikan adalah guru. Oleh karena itu betapa strategisnya peran guru dalam menciptakan pendidikan yang bermutu. Memang guru dituntut untuk memiliki pentingkatan kompetensi secara berkelanjutan” jelas Suwaji.

Suwaji juga menyampaikan, kompetensi sosial juga menjadi hal yang tak kalah krusial. Komponen pendidikan yang tak hanya dimainkan oleh guru, tetapi juga orang tua dan lingkungan peserta didik, akan mempengaruhi kualitas keluaran peserta didik di tingkat taman kanak-kanak maupun sekolah dasar.

“Bapak dan ibu guru dituntut untuk memiliki kompetensi sosial, lingkungan pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Terdapat peran siswa, teman, guru, kepala sekolah dan komite. Maka dari itu guru harus mampu berkomunikasi dan berkolaborasi. Workshop implementasi guru merdeka ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman mengenai peran serta guru dalam kurikulum merdeka,” sambungnya.

Sementara itu Rektor Universitas Gajayana Malang, Prof. Dr. Ernani Hediati, S.E., M.M., menyampaikan beberapa hal terkait dengan harapannya dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Salah satunya adalah agar terwujudnya kolaborasi dengan dinas pendidikan Kabupaten Malang, Himpaudi, IGTKI, maupun IGRA dalam meningkatkan kualitas pendidikan Universitas Gajayana Malang.

“Mudah-mudahan dalam pertemuan ini, akan terjalin kerja sama antara Universitas Gajayana dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang untuk meningkatkan kompetensi sesuai dengan profesi kita saat ini,” tutur Prof. Erna dalam sambutannya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga pendidik yang hadir mengikuti workshop Implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya bagi guru yang melakukan proses pendaftaran di Program Studi Psikologi Uniga, akan diberikan gratis biaya DPP. Hal ini dilakukan untuk menjaga linearitas profesi sebagai guru. (key/humas Uniga)

I Love Wallpaper Store