Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia
Daerah

Pariwisata Tanah Datar Menggeliat, Kamrita: “Kita Lakukan Pembinaan dan Pendampingan”

207
×

Pariwisata Tanah Datar Menggeliat, Kamrita: “Kita Lakukan Pembinaan dan Pendampingan”

Sebarkan artikel ini
Kamrita, (kiri). (Dok. Pribadi)

WARTA-1 – Dunia pariwisata daerah pasca Covid-19 mulai mengeliat lagi. Kunjungan wisatawan ke objek-objek wisata mulai terlihat.

Termasuk di Kabupaten Tanah Datar, Luhak nan Tuo. Warga masyarakat mulai berkunjung ke lokasi-lokasi wisata, dan tingkat hunian penginapan seperti hotel dan homestay pun mulai meningkat.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

“Alhamdulillah, paca pandemi Covid-19, bidang kepariwisataan kembali mendapat angin segar. Bila sebelumnya masyarakat terhalang pandemi dan aturan-aturan yang mengikat demi menjaga kesehatan, kini masyarakat pecinta wisata sudah bisa lagi melakukan kunjungan ke objek-objek yang ada,” demikian sebut Kamrita, S.Pd, anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar kepada media ini, Rabu (19/7) melalui sambungan telepon.

Menurut Kamrita yang selama ini intens menggalakkan dunia pariwisata, selama ini kepariwisataan di Luhak nan Tuo memang menjadi salah satu tujuan kunjungan dari berbagai daerah.

“Objek wisata di Tanah Datar masuk dalam paket-paket wisata yang dijual oleh biro dan agen perjalanan wisata. Hal itu tentu menguntungkan kita di Tanah Datar,” jelasnya.

Sambungnya lagi, selain mulai maraknya kunjungan wisata itu, masyarakat penyedia layanan penginapan pun mulai disibukkan dengan pelayanan terhadap tamu-tamu yang datang.

“Kita di Tanah Datar, dikenal dengan daerah yang sangat banyak homestay-nya. Dan homestay itu tersebar di berbagai kecamatan yang memiliki objek dan potensi wisata,” sebutnya.

Hal itu, sebut perempuan yang kini juga maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Gerindra untuk daerah pemilihan (dapil) II Kabupaten Tanah Datar itu, perlu mendapat perhatian serius dari para pemangku kepentingan dan pemerhati.

“Harus ada pendampingan an pembinaan berkelanjutan untuk masyarakat yang mengelola homestay. Dan beberapa waktu belakangan, secara pribadi saya sudah memulai pembinaan bagi warga kita pemilik homestay di beberapa kecamatan,” ujarnya.

Selain itu, sebutnya lagi, pembinaan secara manajemen, marketing dan layanan, tentu saja tidak akan mengena bila dilakukan tanpa perhitungan. Sesuai dengan kewilayahan, Tanah Datar sebagai pusat adat dan budaya Minang, memiliki trik dan pola layanan tamu yang pastinya memiliki ciri khas.

“Ini penting diperhatikan. Dan kami sudah melakukannya bersama kelompok-kelompok binaan yang makin hari makin siap melayani tamu dan menjadi tuan rumah yang baik. Sekaligus mendukung program pengembangan kepariwisataan daerah ini,” pungkasnya. (*)

I Love Wallpaper Store