Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia
Politik

Pasca Pertemuan Puan-AHY, Pengamat: Anies Perlu Ajak Anggota Koalisi Duduk Bersama

143
×

Pasca Pertemuan Puan-AHY, Pengamat: Anies Perlu Ajak Anggota Koalisi Duduk Bersama

Sebarkan artikel ini

WARTA-1 – Pengamat politik Indostrategic Ahmad Khoirul Umam mengemukakan, pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani berpeluang menggoyahkan soliditas Koalisi Perubahan.

“Jika situasi ini tidak dikelola dengan baik oleh capres selalu penerima mandat koalisi, dan jika Demokrat akhirnya melakukan evaluasi terhadap Koalisi Perubahan dan mulai membangun kerja sama dengan PDIP, maka selain tiket pencapresan Anies akan hilang, narasi perubahan yang ia usung juga bisa melemah,” kata Khoirul kepada Media Indonesia, Selasa lalu.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

Khoirul menilai, Anies perlu segera mengajak anggota koalisi untuk duduk bersama. Tujuannya adalah untuk merapatkan barisan, termasuk segera mengkalkulasikan semua nama potensial cawapres.

Nama potensial cawapres nantinya untuk diukur menggunakan indikator-indikator utama cawapres yang telah ia tentukan. Mulai dari indikator elektoral, ideologi, logistik, kerentanan, jaringan partai, hingga jaringan non-partai yang dimiliki.

Jika Demokrat kemudian bekerja sama dengan PDIP, kata Khoirul, maka posisinya di Koalisi Perubahan bisa diisi oleh Golkar atau PKB. Namun hal itu berimplikasi menjadi kurang relevan.

Bahkan, Khoirul berpendapat rencana pertemuan dan kerja sama PDIP dengan Partai Demokrat merupakan ‘sinyal ancaman’ dari PDIP terhadap strategi permainan yang tengah dimainkan oleh sel-sel kekuatan politik di lingkaran Istana Presiden yang disinyalir tengah bermain mata dengan Gerindra.

“PDIP yang belakangan ini dikepung habis oleh berbagai kekuatan di lingkaran istana, kini membuktikan bahwa langkah politik yang selama ini dihitung sebagai hal yang tidak mungkin, kini ternyata mungkin terjadi,” tegasnya.

“Perubahan sikap PDIP terhadap Partai Demokrat ini juga mengindikasikan adanya ‘sense of urgency’ di internal PDIP, untuk merespon strategi pengepungan istana yang belakangan justru menguntungkan Prabowo Subianto,” tambahnya.

Di sisi lain, respon positif Partai Demokrat terhadap komunikasi tawaran kerja sama PDIP yang berpeluang menggoyahkan soliditas Koalisi Perubahan, tampaknya juga dipicu oleh manuver elit Partai Nasdem yang belakangan justru melakukan serangan terbuka pada AHY terkait bursa cawapres Anies.

“Di level ini, peran aktif capres Anies untuk menetralisir manuver dari pihak-pihak internal koalisinya yang justru menciptakan instabilitas di internal koalisinya menjadi urgen untuk dilakukan,” ungkapnya.

Jika Anies tidak gerak cepat, Khoirul menilai Anies bisa kehilangan momentum untuk mewujudkan koalisi perubahan berlayar. (medcom/Foto: medcom/istimewa)

I Love Wallpaper Store