Minggu, Maret 26Selamat Datang di Media Warta-1, Selamat Membaca

PT Pos Indonesia Ajak Kementerian dan Lembaga Perkuat Sinergi

WARTA-1PT Pos Indonesia (Persero) atau Pos Indonesia. mengajak kementerian dan lembaga (K/L) dan instansi lain memperkuat sinergi sebagai partner pemerintah, untuk meningkatkan daya saing dalam bisnis kurir dan logistik.

“Kami perlu sangat dekat dengan customer (konsumen), khususnya dari kementerian/lembaga pemerintahan dan lainnya, karena kami menyadari harus bisa memberikan dukungan kepada negara,” kata Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia, Siti Choiriana, dalam keterangannya terkait acara Customer Gathering: Logistic Day, di Kuta, Bali, pada Senin (13/32023).

Menurut Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu memiliki keunggulan jaringan luas dan tersebar hingga ke daerah 3T (terpencil, tertinggal, terdepan), bahkan juga ke luar negeri.

Pos Indonesia juga memperkuat sistem dengan digitalisasi dan modern sebagai bagian dari pelayanan. “Kami mendorong digitalisasi dan modernisasi sistem. Kami melakukan berbagai upaya untuk menaikkan service setara untuk semua layanan baik kepentingan domestik menjangkau daerah 3T dan internasional karena jaringan kami masuk di 228 negara,” kata Siti Choiriana.

Baca Juga:  Maman Abdurrahman: “RUU Migas Harus Jadi Penopang Peningkatan Pendapatan Negara”

Direktur Business Development & Portofolio Management Pos Indonesia, Prasabri Pesti, menambahkan, ada tiga kunci dalam bisnis kurir dan logistik, yaitu coverage, coverage, dan coverage.

“Tiga kata kunci itu kami miliki dengan kehadiran kami di hampir 76 persen kecamatan di seluruh Indonesia,” imbuh Prasbari.

Dia mengungkapkan, saat ini Pos Indonesia memiliki 4.308 cabang pembantu yang berlokasi di kecamatan. Dari angka tersebut 2.300 di antaranya adalah kantor cabang yang di-support oleh Kementerian Kominfo.

Dengan lebih dari empat ribu cabang tersebut, Pos Indonesia tercatat sebagai perusahaan operator logistik yang paling luas jangkauannya. 

“Di luar itu kami masih punya drop point atau outlet kecil yang berjumlah lebih dari 41 ribu. Kami juga punya Oranger, pasukan kami yang berpakaian oranye. Ada Oranger Mawar sebanyak 1.800, Oranger Mobile ada 8.000,” jelas Prasbri.

Baca Juga:  3000 Pelaku Usaha Daftarkan Usahanya untuk Sertifikat Halal Saat Kampanye Wajib Sertifikasi

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar, berpendapat, saat ini Pos Indonesia belum dijadikan pilihan utama masyarakat untuk pengiriman barang dan logistik meski berpotensi besar.

Ceruk pasar bisnis pengiriman barang dan logistik nasional masih didominasi perusahaan swasta penyedia layanan sejenis.

“Itu menjadi tantangan tersendiri bagi Pos Indonesia. Namun kita tahu bahwa Pos Indonesia unggul dalam jumlah sebaran outletnya di seluruh Indonesia sampai ke desa-desa. Keunggulan kompetitif dari Pos Indonesia ini yang ke depan perlu terus dioptimalkan. Tinggal kita mendorong bagaimana branding PT Pos itu menjadi pilihan utama konsumen Indonesia,” tutur Amalia. 

Sementara itu, Direktur Pos Direktorat Jenderal Penyelanggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Direktur Pos Kominfo), Gunawan Hutagalung, mengungkapkan ada lima keuntungan Pos Indonesia bila menyelenggarakan layanan pos.

Baca Juga:  Tekan Laju Inflasi, Sekda Agam Minta Instansi Terkait Lakukan Koordinasi

Pertama, PT Pos Indonesia memiliki jaringan di seluruh wilayah NKRI yang terdiri dari 24 ribu titik layanan yang menjangkau seluruh kota atau kabupaten.

“Hampir 100 persen kecamatan dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia,” kata Gunawan Hutagalung.

Kedua, PT Pos Indonesia sebagai designated operator yang memiliki jaringan internasional ke seluruh negara dunia. Ketiga, PT Pos Indonesia memiliki pengalaman dalam pengiriman pos di Indonesia lebih dari 200 tahun. Keempat, PT Pos Indonesia memiliki sarana, prasarana, dan fasilitas yang terstandar.

“Terakhir, PT Pos Indonesia sebagai penyelenggara pos BUMN lebih kuat dari sisi organisasi,” ujar Gunawan. (infopublik/Foto: Humas BUMN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *