Gulir ke bawah
Politik

Perludem Sebut Banyak Elite Politik Gaduh Namun Minim Gagasan

135
×

Perludem Sebut Banyak Elite Politik Gaduh Namun Minim Gagasan

Sebarkan artikel ini

WARTA-1 – Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyebut pada awal 2023 banyak elite politik gaduh, namun tak memiliki politik gagasan.

Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini menerangkan kegaduhan para elite politik disebabkan adanya pemenuhan syarat dukungan pencalonan presiden. “Elitis dan jauh dari orientasi gagasan,” tegas Titi, saat menjadi pembicara dalam peluncuran buku ‘Ritual Oligarki Menuju 2024’ yang digelar LP3ES secara daring, dikutip Senin (30/1) seperti diberitakan medcom.id.

Gulir ke Bawah
Selamat Membaca

Menurut dia, masa kampanye yang hanya 75 hari akan menyulitkan edukasi kepemiluan secara optimal. Tak hanya itu, kata Titi, para elite politik pun sukar menghadirkan politik gagasan.

“Ingin masa kampanye pendek, tapi menghendaki sosialisasi pemilu pada masa tunggu. Hal itu sebagai upaya penghindaran pada akuntabilitas kampanye, terutama dana kampanye dan penegakan hukum yang berkeadilan,” jelas dia.

Masa kampanye yang pendek dalam desain pemilu serentak, kata Titi, akan memicu pragmatisme caleg untuk melakukan jual-beli suara. Menurut Titi, cara tersebut menjadi jalan pintas mendapat pemilih dan memenangkan suara mereka.

Titi menegaskan penyebaran hoaks pemilu pun menghantui pesta demokrasi pada 2024 mendatang. Bahkan, jadi ancaman di tengah persaingan ketat dan ruang diskursus gagasan yang sempit bahkan nihil.

“Oknum curang pasti akan memanfaatkan segala cara untuk merebut dukungan dan suara pemilih. Termasuk di antaranya dengan menyebarkan informasi hoaks yang bisa cepat memengaruhi pemilih, khususnya hal-hal yang berkaitan dengan aspek emosional, suku, agama hingga ras,” paparnya. (medcom)