Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia
Politik

Terus dapat Serangan, Bukti NasDem Tepat Memilih Anies Sebagai Capres Potensial

173
×

Terus dapat Serangan, Bukti NasDem Tepat Memilih Anies Sebagai Capres Potensial

Sebarkan artikel ini
Capres NasDem Anies Baswedan. Medcom.id/Anggi Tondi

WARTA-1 – Serangan kepada Partai Nasdem dari lawan politik usai mengusung nies Baswedan sebagai calon presiden disebut hal biasa.

Situasi itu menunjukkan Anies dikhawatirkan oleh pihak berseberangan lantaran merupakan capres yang potensial.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

“Karena Anies sangat potensial. NasDem dianggap jika mendukung atau mengusung Anies (suaranya) akan naik, elektabilitas akan menerobos ke jajaran partai besar lagi yang lebih tinggi,” kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, seperti dilansir Medcom.Id, Sabtu (15/10).

Sikap politik Partai NasDem dinilai hal yang biasa di negara demokrasi. Namun, dalam menyikapi serangan tersebut Partai NasDem perlu bersikap dan menekankan bakal bekerja untuk rakyat bersama Anies.

“Sikapnya (NasDem) berkerja untuk rakyat saja, Anies berkerja untuk rakyat sebagai capres,” ujar Ujang.

Ujang menilai Partai NasDem dan Anies akan saling melengkapi. Elektabilitas keduanya otomatis akan saling terkerek.

“NasDem juga akan terkerek elektabilitasnya dan bisa saja menembus tiga besar, bisa jadi lebih. Makanya harus dihajar sebelumnya (oleh pihak lain), disikat sebelumnya, diserang sebelum kontestasi dimulai,” ucap Ujang.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, menilai partai politik (parpol) lain tak perlu menyerang Partai NasDem yang mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres). Sikap resistensi itu dinilai diperlihatkan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

“Hasto tak perlu menyinyir malah menjatuhkan kredibilitas parpol pemenang pemilu dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu,” kata Jerry.

Jerry mengatakan PDIP mestinya menghormati sikap NasDem. Sebab, NasDem masih berada dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dan berkomitmen mengawal hingga akhir masa jabatan.

“Seharusnya tak boleh ada psywar antara sesama koalisi, tetap netral, dan jaga indepedensi, jaga demokrasi, dan moderat,” ucap Jerry.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyinggung ada partai pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin yang kini lepas. Hasto tidak menyebut nama parpol secara gamblang namun memberi kode warna biru. Biru identik dengan warna Partai NasDem.

“Biru dulu warna Belanda. Sekarang ada warna biru lain. Anies kan banyak warna biru,” kata Hasto di Kantor PDIP, Jakarta Pusat, Minggu, 9 Oktober 2022. (medcom)

I Love Wallpaper Store