Gulir ke bawah
Hukum

Lima Saksi Kasus Pengadaan Satelit Kemenhan Diperiksa Kejagung

469
×

Lima Saksi Kasus Pengadaan Satelit Kemenhan Diperiksa Kejagung

Sebarkan artikel ini

WARTA-1Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa lima orang saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) 2012 – 2021.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana, menyatakan Tim Penyidik Koneksitas melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi kasus tersebut di Kantor Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer, Kejagung.

Gulir ke Bawah
Selamat Membaca

Kelima saksi yang diperiksa yakni, YI selaku Manajer Bagian Spektrum Management and Regulatory Affair dari PT BSS Indonesia, IW selaku Konsultan Bisnis dan Regulatory Kacific, M selaku Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika pada Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Orbit Satelit periode 2010/2020.

Kemudian, AA selaku Direktur Utama PT PSN dan DS selaku Plt. Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Adapun lima orang saksi tersebut diperiksa terkait kegiatan sewa satelit Artemis dan kegiatan rapat operator satelit/Operator Regular Meeting (ORM) di London,” kata Sumedana dalam keterangan yang diterima InfoPublik, Rabu (21/9).

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan satelit slot orbit 123° Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan peiode 2012 sampai dengan 2021.

Kejagung menangani dugaan tindak pidana korupsi yang terdapat dua unsur yaitu terkait sewa satelit dan pengadaan ground segment.

BACA HALAMAN BERIKUTNYA