Gulir ke bawah
Blibli.com
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia
Tekno

Normalisasi Quite Quitting, Seimbangkan Kehidupan Pribadi dan Pekerjaan

200
×

Normalisasi Quite Quitting, Seimbangkan Kehidupan Pribadi dan Pekerjaan

Sebarkan artikel ini

WARTA-1 – Normalisasi tak membalas pesan di aplikasi WhatsApp di luar jam kerja kian viral di medsos.

Tidak sedikit netizen yang menyebut hal ini sangat penting diterapkan untuk mencapai work-life balance atau menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan dalam sehari-hari.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

“Yuk bisa yuk quite quitting,” tulis salah satu pengguna Twitter.

Istilah ‘quiet quitting‘ ini dimaknai sebagian orang sebagai batasan untuk tidak terlalu banyak mengerjakan pekerjaan tambahan, sementara yang lain memastikan istilah ini merujuk pada pergeseran prioritas untuk kehidupan pribadi, alih-alih pekerjaan.

Tren quiet quitting berawal dari kebiasaan burnout akibat pandemi COVID-19 yang membuat banyak karyawan lebih banyak meluangkan waktu untuk pekerjaan.

Psikolog Lee Chambers menyebut tren quiet quitting merupakan mekanisme koping yang digunakan untuk mengatasi kelelahan dan burnout saat bekerja.

Quiet quitting memiliki potensi untuk meningkatkan aturan batasan, serta membantu orang menjauh dari produktivitas yang terlalu melelahkan hingga berdampak pada kesehatan mental,” kata Chambers dikutip dari The Hill. (sumber: detikcom)

I Love Wallpaper Store