Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Bisnis

Indonesia Terancam Resesi Ekonomi, Begini Penjelasan Menkeu

253
×

Indonesia Terancam Resesi Ekonomi, Begini Penjelasan Menkeu

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan pers mengenai Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (24/5/2019). Menteri Keuangan menyatakan telah mencairkan THR sebesar Rp19 triliun atau 19 persen dari proyeksi kebutuhan dana (Rp20 triliun) yang digunakan untuk membayar THR bagi PNS, Prajurit TNI dan Polri sebesar Rp11,4 triliun dan penerima pensiun atau tunjangan sebesar Rp7,6 triliun. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

WARTA-1 – Hasil survei terbaru Bloomberg menyebutkan, Indonesia masuk ke dalam negara Asia yang berpotensi mengalami resesi ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.)

Dari daftar 15 negara Asia yang berpotensi mengalami resesi ekonomi, Indonesia berada di peringkat 14 dengan persentase 3%.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dalam survey tersebut, Indonesia masuk di peringkat bawah. Hal itu karena indikator neraca pembayaran, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ketahanan dan juga dari sisi korporasi maupun dari rumah tangga relatif dalam situasi lebih baik dari negara lain.

“Kita relatif dalam situasi yang tadi disebutkan risikonya 3% dibandingkan negara lain yang potensi resesinya di atas 70%. Namun ini tidak berarti kita terlena, kita tetap waspada,” tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers di Sofitel Nusa Dua, Bali, Rabu (13/7) kemarin.

Adapun, dalam survey tersebut Sri Lanka berada di posisi pertama dengan persentase 85%, New Zealand 33%, Korea Selatan 25%, Jepang 25%, China 20%, dan Hong Kong 20%.

Kemudian Australia tercatat 20%, Taiwan 20%. Lalu, Pakistan 20%, Malaysia 13%, Vietnam 10%, Thailand 10%, Philipina 8%, Indonesia 3 dan India 0%.

Meski memiliki risiko resesi yang kecil, Sri Mulyani mengatakan pihaknya akan terus waspada dan berhati-hati dalam membuat kebijakan, mengingat masih ada risiko ketidakpastian global.

Hal ini seiring risiko global terkait inflasi dan resesi, atau stagflasi akan berlangsung sampai tahun depan. (sumber: kontanid)

I Love Wallpaper Store