Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia
Peristiwa

Gunung Merapi Keluarkan 75 Kali Gempa Guguran

308
×

Gunung Merapi Keluarkan 75 Kali Gempa Guguran

Sebarkan artikel ini

WARTA-1 – Gunung Merapi kembali tunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan, Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah mengalami 75 kali gempa guguran, selama periode pengamatan pada Sabtu (2/7) pukul 00.00-24.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

Hal tersebut disampaikan Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (3/7).

Agus mengatakan selain gempa guguran, pada periode pengamatan itu juga tercatat satu kali gempa tektonik.

Berdasarkan pengamatan visual, tampak asap berwarna putih ke luar dari Gunung Merapi dengan intensitas sedang dengan ketinggian sekitar 50 meter di atas puncak.

Pada periode pengamatan itu, tercatat enam kali guguran lava ke luar dari gunung itu dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya.

Deformasi atau perubahan bentuk tubuh Merapi, yang dipantau BPPTKG menggunakan pengukuran jarak elektronik atau electronic distance measurement  (EDM) pada 2 Juli 2022 menunjukkan laju pemendekan jarak rata-rata 0,3 cm dalam tiga hari.

Sementara itu, kata Agus, berdasarkan hasil analisis morfologi pada periode 24-30 Juni 2022, tidak teramati perubahan ketinggian, baik kubah barat daya maupun kubah tengah.

Volume kubah lava barat daya tercatat sebesar 1.551.000 meter kubik, dan kubah tengah sebesar 2.582.000 meter kubik.

Terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 40 mm per jam selama 30 menit di Pos Kaliurang pada 24 Juni 2022. Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

“Tidak dilaporkan terjadi banjir lahar (hujan) maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu Gunung Merapi,” ujar Agus.

Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima kilometer) serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (sejauh maksimal tujuh kilometer).

Selain itu, guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area di sektor tenggara yang meliputi Sungai Woro (sejauh maksimal tiga kilometer) dan Sungai Gendol (sejauh lima kilometer).

Apabila gunung api itu mengalami letusan eksplosif, maka lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung. (infopublik/Foto: ANTARA)

I Love Wallpaper Store