Gulir ke bawah
Tekno

Pemerintah Dorong Pemanfaatan TIK dengan Komponen Lokal  

225
×

Pemerintah Dorong Pemanfaatan TIK dengan Komponen Lokal  

Sebarkan artikel ini

WARTA-1 – Pemerintah mendorong pembangunan pusat data di Indonesia oleh sektor privat dengan menggunakan komponen lokal dalam negeri.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dengan komponen lokal bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak.

Gulir ke Bawah
Selamat Membaca

“Pemerintah menekankan betul-betul untuk menaruh komponen Indonesia. Setidaknya dengan adanya komponen Indonesia ini akan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak,” tandasnya dalam sesi tanya jawab dengan pekerja media usai melakukan Factory Tour di Pabrik PT. Schneider Electric Manufacturing, Batam, Kepulauan Riau, Jumat (24/6).

Johnny menyatakan, pemerintah mendukung penuh kebijakan manajemen suatu perusahaan yang menyerap tenaga kerja Indonesia. 

“Pemanfaatan dan penggunaan talenta lokal menjadi perhatian serius bagi Pemerintah dan saya lihat tadi di sini transfer knowledge itu bukan sekedar teori, namun turut dipraktikkan secara langsung. Saya kira menjadi bagian dari keadilan dunia, jangan sampai kita dieksploitasi, tetapi kita mendapat benefit yang perlu kita dukung sebagai suatu langkah maju,” jelasnya.

Sejakan dengan peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri serta Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dalam rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GNBBI) pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, menurut Menteri Johnny, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 2 Tahun 2022.

“Direktif Bapak Presiden Joko Widodo dalam inpres itu, Pemerintah berpihak kepada produk di dalam negeri dan ini kegiatan afirmatif, didorong, didukung untuk kita laksanakan. Pemerintah setiap tahun mengalokasikan Rp1.400 trilliun belanjanya, Rp1.000 trilliun untuk pemerintah sendiri sedangkan untuk BUMN-nya sebesar Rp 400 trilliun yang bisa digunakan terhadap belanja sektor-sektor di dalam negeri,” tuturnya.

Johnny menilai, alokasi anggaran belanja dalam negeri akan menjadi besar jika ditambah dengan aktivitas yang didukung oleh sektor privat.

“Jadi itu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Apalagi di sektor-sektor yang sudah sophisticated teknologinya sehingga dalam rangka mendorong pembangunan infrastruktur digital hulu dan hilir, kita butuh peralatan teknologi dan PT. Schneider Electric Manufacturing merupakan salah satu yang sudah mengambil bagiannya,” tuturnya. (SP)