Selasa, September 26Selamat Datang di Media Warta-1, Selamat Membaca

Awas Penipuan! Ini Ciri Chat WA Berpotensi Penipuan

WARTA-1 – Saat ini, para penjahat siber tidak hanya melancarkan aksinya melalui pesan melalui Short Message Service (SMS), tetapi juga jamak dilakukan melalui aplikasi pesan online WhatsApp.

Ilustrasi penipuan via WhatsApp. (source: google images)

Berbagai cara pun mereka lakukan untuk menjebak pengguna aplikasi gratis itu. Kendati sudah berusaha menjaga kerahasiaan nomor dan data lainnya, penipu punya banyak trik melangsungkan aksinya.

Beragam modus  penjahat siberbisa diketahui dengan melihat atau membacanya. Tom Davidson selaku pakar keamanan internet di Amerika Serikat merinci dalam tiga hal, dilansir dari New York Post,  seperti diberitakan detiknet baru-baru ini.

1. Pesan Chat dari Orang Tidak Dikenal

Pesan datang dari nomor tidak dikenal patut dicurigai. Tidak menutup kemungkinan, pengirim adalah orang asing ingin berbuat jahat.

Biasanya chat semacam ini memancing pengguna untuk berinteraksi, kadang dengan ejaan atau tata bahasanya yang tidak teratur alias banyak salah. Ini juga berlaku dari orang-orang di dalam kontak yang nomornya sudah diretas, di mana terlihat menggunakan gaya penulisan berbeda dari biasanya.

2. Chat Promo atau Diskon Gratis
Pesan masuk ke ponsel anda mengenai penawaran yang menggiurkan apakah pernah ada? Padahal selaku pengguna, anda merasa tidak pernah memintanya. Hal ini juga perlu diteliti dengan seksama. Termasuk hadiah gratis dalam bentuk apapun, dengan membawa nama merek-merek tertentu adalah modus yang sering dipakai penjahat siber.

Apalagi bila pengirim meminta untuk mengirimkan detail data pribadi, jangan sampai disanggupi. Kemungkinan besar itu merupakan salah satu modus penipuan.

3. Mengirim link Mencurigakan

Pesan apapun yang menyisipkan tautan atau link mencurigakan bisa saja merupakan scam. Ini sebaiknya jangan langsung klik, meskipun hal tersebut tampak menggiurkan. Pastikan link yang ada di pesan dan pengirimnya benar-benar anda kenali.

B. Higgins, seorang spesialis keamanan di Comparitech menyebut, pesan penipuan sering menawarkan sesuatu untuk menggoda user.

“Pesan disamarkan sebagai pesan resmi, menawarkan dukungan teknis untuk memecahkan masalah yang mungkin tidak kalian ketahui, atau memberi tahu bahwa kalian telah memenangkan hadiah,” ungkap Higgins.

“Selalu pastikan kalian menjalankan versi terbaru dari platform apa pun,” tegas Higgins.

Ingatlah, contohnya pembaruan ponsel, kerap menyertakan perbaikan keamanan dan harus diunduh karena pengembang menghilangkan bug yang digunakan peretas untuk menyerang perangkat. (news source: detiknet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *