Gulir ke bawah
Bisnis

Badan Pangan Nasional Perintahkan Impor Daging Sapi Dipercepat Atasi Harga Melambung

560
×

Badan Pangan Nasional Perintahkan Impor Daging Sapi Dipercepat Atasi Harga Melambung

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi daging sapi. (Dok. alodokter)

WARTA-1 – Saat ini, harga daging sapi tengah menjadi perhatian serius pedagang maupun pemerintah menyusul kenaikan harga yang diprediksi masih terus terjadi.

Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) meminta berbagai pihak yang terlibat untuk segera mempercepat impor daging sapi. Tujuannya untuk terjadi keseimbangan harga dan memenuhi stok dalam negeri.

Gulir ke Bawah
Selamat Membaca

Hal ini dalam rangka menyambut kebutuhan daging sapi menjelang Ramadan san hari raya Idul Fitri. NFA secara langsung mengadakan Rapat Koordinasi lanjutan bersama BUMN Holding Pangan ID FOOD, Pelaku Usaha importir dan distributor daging, Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), Ketua Umum DPP Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan akan mendorong BUMN mempercepat masuknya cadangan daging stok Nasional untuk mengatasi persoalan daging bulan Ramadan sampai Idul fitri. NFA juga akan membuat skenario mobilisasi potensi daging sapi, menyiapkan pola distribusi baik sapi maupun daging sapi potong.

“Saya berharap BUMN juga lakukan operasi pasar, bagaimana harga daging sapi sampai dengan end customer,” kata Arief dalam keterangannya, Rabu (2/3) mengutip Liputan6.Com.

Ini sebagai bagian dari tindaklanjut upaya stabilisasi harga daging, pasca pertemuan sejumlah pedagang dilapangan. Arief juga menggadiri rapat koordinasi bersama Kepala Staf Kepresidenan, Kementerian BUMN, Kementerian Perdagangan, Kemenko Perekonomian, Kementerian Pertanian, Asosiasi Gabungan Pengusaha Sapi Potong (GAPUSPINDO) dan Anak Perusahaan BUMN PT Berdikari, Selasa kemarin.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan Kepala Badan Pangan Nasional dapat segera menindaklanjuti persoalan daging sapi, selain itu perlu dilakukan controlling komoditas daging tiap bulannya.

Menurut Arief, ke depan Indonesia perlu memiliki stok daging sesuai kebutuhan masyarakat. Pihak terkait, termasuk NfA perlu menghitung kebutuhan setiap bulan dan ditindaklanjuti BUMN melalui coldroom daging.

“Hal ini sebagai salah satu solusi stabilisasi harga daging ditahun berikutnya. Ini perlu dilakukan perubahan, berbenah, sehingga tidak ada kejadian berulang setiap tahun,” tambah dia.

“PR saya adalah mempercepat penugasan ke BUMN, selain itu mempercepat harga yang baik ke distributor dan pedagang.” pungkasnya. (sumber: liputan6)