Gulir ke bawah
Bisnis

Kemenag Bahas Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah

268
×

Kemenag Bahas Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah

Sebarkan artikel ini
Dirjen PHU Hilman Latief bicara pada Forum Rakernas Jaringan Wisata Muhammadiyah di Yogyakarta. (Dok. Kemenag)

WARTA-1 –  Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama dorong penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah.

Rencana tersebut tengah dibahas bersama antara Ditjen PHU dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bank Indonesia. 

Gulir ke Bawah
Selamat Membaca

“Ini menjadi visi dan perhatian bersama, bagaimana kita bisa terus berkontribusi dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan haji dan umrah,” kata Dirjen PHU Hilman Latief saat berbicara dalam Forum Rapat Kerja Nasional Jaringan Wisata Muhammadiyah di Yogyakarta, Kamis (17/2/2022) lalu. 

“Kementerian Agama, khususnya Direktorat Jenderal PHU beberapa kali diundang BPKH dan Bank Indonesia terkait hal ini,” sambungnya.

Ia mengatakan, ekosistem haji dan umrah merupakan bagian penting dalam penguatan ekonomi masyarakat, terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Apalagi, kegiatan haji dan umrah berjalan secara berkesinambungan. Total nominal dana haji dan umrah juga cukup banyak, sehingga dampaknya untuk rakyat Indonesia harus terlihat. 

“Dengan dana haji dan umrah yang tidak sedikit, dampaknya untuk Rakyat Indonesia bagaimana? Berapa banyak UMKM dan hasil petani kita yang bisa diekspor dengan pengiriman konsumsi hasil panen kita ke Arab Saudi contohnya. Kesinambungan itulah yang saat ini pemerintah pikirkan dan rencanakan,” jelasnya. 

Ia mengakui bahwa siklus permasalahannya cukup rumit ini. Pihak yang serius menangani hal ini juga tidak banyak. Namun, pihaknya berkomitmen untuk terus  menguatkan visi tersebut, berkoordinasi dengan berbagai pihak. 

“Saya akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, Kementerian dan Lembaga terkait. Saya akan bertemu Dirjen Perikanan untuk mendampingi para petani dalam melakukan standarisasi hasil ekspor yang sesuai regulasi internasional,” jelasnya. 

Hilman menanbahkan, visi ini tidak akan berhasil kalau tidak melibatkan banyak pihak. Untuk itu, keseriusan akan hal ini harus dijalani dengan konsep yang jelas. 

“Peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan lain-lain juga kita perlukan. Keseriusan pemerintah harus dilakukan dengan konsep matang dan tidak lanjut yang berkesinambungan,” tandasnya. 

Penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah merupakan salah satu program inovasi Ditjen PHU di tahun 2022. Selain itu, ada juga program Sapa Jemaah Masa Tunggu, Transformasi SDM dan Penguatan Tata Kelola Asrama Haji, Manasik Bilingual, serta Penguatan Diplomasi Haji. (sumber: kemenag)