Gulir ke bawah
Kuliner

Mencicipi Kopi ‘Sibu-sibu’ dan Pesan Kebhinnekaan dari Maluku

735
×

Mencicipi Kopi ‘Sibu-sibu’ dan Pesan Kebhinnekaan dari Maluku

Sebarkan artikel ini

Warta-1 — Maluku, dunia mengenalnya sebagai pulau kecil yang hidup penuh dengan nilai sejarah perdamaian, bahkan jauh sebelum masuknya penjajahan di Nusantara.

Nilai sejarah itu termaktub dalam falsafah orang Maluku yaitu, Pela dan Gandong. Pela adalah ikatan persatuan. Gandong artinya saudara.

Gulir ke Bawah
Selamat Membaca

Adalah Ambon, Ibukota Provinsi Maluku. Tidak lepas dari fenomena kafe tempatnya orang ngopi. Salah satu kafe terkenal di Ambon adalah Rumah Kopi Sibu-Sibu.

June Munuhutu dan almarhum suaminya Viktor Manuhutu, mendirikan kafe ini pertengahan 2006. Mereka mengingat akan konflik agama yang terjadi di kotanya pada tahun 1999. Konflik itu merusak banyak hal di Maluku.

Menurut June, yang datang ke Rumah Kopi Sibu-Sibu dari berbagai kelompok yang beragam. Baik dari agama Islam atau Kristen. Awalnya, para penikmat kopi ini hanya datang dalam sekelompok untuk sekedar minum kopi. Tidak lama, mereka akan berbaur dengan kelompok lain untuk bercengkrama.

June mengatakan bahwa almarhum suaminya, sangat senang melihat orang-orang Maluku dengan berbagai latar belakang. Bisa tertawa dan sedih bersama di kedai kopinya. Sehingga lewat Rumah Kopi Sibu-Sibu ini, ia juga memperkenalkan budaya Maluku yang sangat damai. Walau berbeda golongan bisa duduk bersama menikmati kopi.

Sibu-Sibu dalam Bahasa Maluku berarti “sepoi-sepoi”. Tagline yang diambil oleh kafe ini adalah “Hail Buang Lansyik Sibu-Sibu”, yang berarti tempat melepaskan penat dengan hembusan angin sepoi-sepoi.

Seperti namanya, kafe ini tempat yang tepat untuk berteduh di tengah teriknya kota. Ditambah musik khas Maluku yang diputar di kafe ini. Hal itu karena pemilik kafe ini pernah tergabung vokal grup ketika berkuliah di Universitas Pattimura.

Menu yang disajikan Rumah Kopi Sibu-Sibu ini sangat beragam. Diantaranya adalah kopi Rarobang, kopi Areng, Kopi Gingseng dan beragam menu rempah-rempah lainnya. Maluku. Memang terkenal dengan kekayaan rempah-rempahnya. Sehingga, June ingin memanfaatkan rempah dari Maluku untuk dijadikan minuman.

Salah satunya yang menjadi ciri khas dari kafe ini adalah kopi Rarobang, yang mana dicampur dengan jahe dan kenari. Menu makanannya juga tidak lepas dari budaya Maluku seperti sukun goreng, kue sagu kenari dan pisang goreng.

Daerah-daerah kepulauan di Maluku memang bukan penghasil kopi layaknya daerah lain di Indonesia. Namun, Indonesia yang merupakan negara penghasil kopi ke-4 di dunia juga menitipkan aroma kopi yang khas di Ambon. Salah satu kopi yang dikenal ciri khasnya adalah kopi Rarobang.

Menikmati kopi dengan cara yang berbeda mungkin Ambon solusinya. Bagaimana tidak, secara letak geografis, Ambon merupakan daerah teluk sehingga juga dikenal dengan sebutan teluk Ambon. Nah, jika anda pecinta senja atau ingin menikmati kopi di tengah pantai, mengkin beberapa cafe di Ambon juga menjadi rekomendasi bagi anda jika berkunjung ke daerah tersebut. (indonesiagoid)