Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia
Otomotif

Cek! Benarkah Fitur Pengereman Otomatis Ada di Generasi Terbaru Honda BR-V?

652
×

Cek! Benarkah Fitur Pengereman Otomatis Ada di Generasi Terbaru Honda BR-V?

Sebarkan artikel ini

Warta-1 – Segmen LSUV sekarang menjadi primadona di Indonesia, selain LMPV. Pasarnya tergolong jembar.

Honda Prospect Motor (HPM) tengah menyiapkan senjata baru untuk bertarung di lahan itu. Sementara, mereka sebatas mengenalkan mobil konsep N7X. Dan kans menjadi generasi suksesor All New BR-V begitu kuat.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca
Ilustrasi. (Foto: hondategalcenter.com)

Demi merebut hati konsumen di sini, sejumlah perangkat terkandung diprediksi sunggung persisten. Salah satunya fitur pengereman otomatis yang belum ada di rival selevel. Begini penjelasannya.

Oke, nilai jual produk andalan HPM di Indonesia ialah Honda Sensing. Saat ini hanya tersedia di Accord dan CR-V. Bagaimana jika kelak salah satu fitur “indra perasa” ini ada di BR-V? Ramalannya: sangat mungkin! Tapi demi menekan harga jual tetap kompetitif, tak semua diberikan. Amsal yang wajib ada, Collision Mitigation Braking System (CMBS) guna menambah keselamatan berkendara.

CMBS merupakan sistem keselamatan kendaraan hasil pengembangan Honda. Fitur mampu memprediksi terjadinya sebuah tabrakan. Kemudian membantu operasi pengereman untuk melindungi penumpang serta mengurangi kerusakan kendaraan.

Perangkat ini kerja bareng E-pretensioner pada sabuk pengaman dengan menggunakan radar millimeter-wave. Jadi komputer dapat menentukan jarak dari kendaraan di depan, lalu kecepatan rata-rata kendaraan.

Ia juga memberikan peringatan audio-visual kepada pengemudi agar segera mengambil langkah pencegahan tabrakan. CMBS segera mengambil inisiatif melakukan pengereman darurat saat kecelakaan dianggap bakal terjadi.

Tatkala sistem mendeteksi risiko terjadi tabrakan dengan kendaraan di depan, atau jika jarak kendaraan terlalu dekat. Maka sebuah alarm sontak berbunyi disertai munculnya pesan BRAKe pada multi-information display. Pesan ini bertujuan agar pengemudi mengambil langkah pencegahan dengan mengurangi kecepatan mobil. Jika jarak antarkendaraan semakin dekat. CMBS secara otomatis melakukan pengereman ringan.

Sementara sistem E-pretensioner memberikan tarikan halus pada sabuk pengaman sebanyak dua atau tiga kali. Tujuannya memberikan peringatan lebih lanjut kepada pengemudi.

Jika pada tahap ini pengemudi menginjak rem, CMBS segera mengaktifkan sistem Brake Assist untuk meningkatkan efek pengereman kendaraan. Selanjutnya kalau sistem memutuskan bahwa tabrakan tidak dapat dihindari.

E-pretensioner langsung mengencangkan sabuk pengaman dengan kekuatan penuh, agar menahan pengemudi tetap di tempatnya. Kecanggihan ini lebih aman dibanding sistem pretensioner biasa, yang baru bekerja saat tabrakan telah terjadi.

I Love Wallpaper Store