Selasa, September 26Selamat Datang di Media Warta-1, Selamat Membaca

Bangun Ketahanan Tebu, LPEI Salurkan Rp4 Triliun ke Holding BUMN Perkebunan

ilustrasi – Lahan perkebunan tebu. ANTARA/Dokumentasi Badan Litbang Pertanian Kementan

Mendorong peningkatan produksi komoditas tebu yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan salah satu langkah yang diambil pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah pandemi Covid-19.

Inilah alasan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank menyalurkan dana senilai Rp4 triliun kepada Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero).

Permodalan untuk kegiatan operasional yang berkelanjutan menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas gula di Indonesia, di samping pembenahan tata kelola yang lebih efektif dan efisien.

Selain itu, Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI ini pun melihat holding BUMN perkebunan memerlukan investasi dalam rangka mengoptimalkan pasokan bahan baku, revitalisasi mesin, dan fasilitas pabrik gula mendesak untuk dilakukan.

Data dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan Indonesia memproduksi 2,2 juta ton tebu yang digiling menjadi 2,4 juta ton gula pada periode 2018-2019. Sementara, studi dari lembaga yang sama menunjukkan peningkatan kebutuhan konsumsi gula domestik yang mencapai 6 juta ton pada tahun 2019.

Rendahnya produksi gula dalam negeri antara lain disebabkan kondisi fasilitas produksi gula tebu yang sudah tua dan konversi lahan petani menjadi kawasan industri, yang menyebabkan berkurangnya luas lahan tanam dan berdampak pada hasil panen yang cenderung menurun.

Dalam rangka mengantisipasi kebutuhan gula dalam negeri yang terus meningkat, investasi pemerintah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja (operational expenditure) dan menjaga kesinambungan pelaksanaan investasi (capital expenditure) PTPN Group.

Berdasarkan kajian yang disusun oleh Institut Pertanian Bogor (IPB), PTPN III, dan LPEI, investasi pemerintah kepada PTPN III ini memiliki sejumlah potensi manfaat ekonomi dan sosial, di antaranya adalah penciptaan lapangan kerja dan penurunan tingkat kemiskinan nasional.

Estimasinya, sepanjang tahun 2020-2029 terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja sebesar 36 persen. Sementara, tingkat kemiskinan nasional berpotensi menurun secara bertahap yaitu sekitar 1 hingga 2,5 persen pada periode yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *