Gulir ke bawah
Blibli.com
iStyle ID
Shopee Indonesia
Bisnis

Momentum Langkah Maju Industri Baterai Indonesia

609
×

Momentum Langkah Maju Industri Baterai Indonesia

Sebarkan artikel ini
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat berbicara pada penandatangan Head of Agreement (HoA) untuk membangun industri baterai listrik terintegrasi di Indonesia. BKPM

Ada perkembangan baru dari proyek industri baterai di Indonesia. Setahap demi setahap cita-cita itu segera terwujud.

Sebelumnya di Kantor BKPM Jakarta terjadi peristiwa penandatanganan head of agreement (HoA) antara PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan konsorsium baterai LG dari Korea Selatan

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

Penandatanganan disaksikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho, jajaran direksi BUMN, serta pimpinan konsorsium LG yang terdiri dari LG Energy Solution, LG Chem, LG International, POSCO, dan Huayou Holding (Tiongkok).

Dalam keterangan tertulis, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan, momentum tersebut merupakan momentum bersejarah bagi ketiga negara, yakni Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok. Penandatanganan HoA juga menjadi bukti bahwa pemerintah serta BUMN serius untuk segera merealisasikan proyek itu dengan cepat.

“Kami akan terus mendorong, mengawal, dan akan membantu sepenuhnya, selama kerangkanya ada dalam aturan yang ada di Indonesia dan bisnis yang saling menguntungkan. Setelah penandatanganan HoA, kita buat FS (feasibility study) supaya bisa langsung kerja. Sekarang waktunya kita bekerja. Kita punya komitmen untuk mempercepat realisasi investasi,” kata Bahlil.

Pada kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan hubungan antarpemimpin ketiga negara sangat baik. Proyek itu pun sangat penting bagi seluruh pihak.

“Proyek baterai ini harus berjalan tepat waktu, bila mungkin malah dipercepat. Indonesia sangat serius, terbukti dari beberapa daerah, banyak gubernur yang membuat keputusan mobil listrik, terutama untuk bis dan kendaraan umum, sudah harus dipakai tahun ini. Bahkan Indonesia akan membangun ibu kota baru di Kalimantan yang semuanya juga menggunakan mobil listrik,” kata Erick.

PT Industri Baterai Indonesia atau IBC, selaku mitra kerja konsorsium Korea dalam pengembangan proyek baterai terintegrasi di Indonesia, akan mengidentifikasi target dalam waktu dekat setelah kerja sama ini diresmikan.

PT Industri Baterai Indonesia, dibentuk oleh empat BUMN, yaitu Mining and Industry Indonesia (MIND ID), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam), memiliki mandat khusus untuk mengelola ekosistem industri baterai kendaraan bermotor listrik (electric vehicle/EV battery) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

I Love Wallpaper Store