Gulir ke bawah
Blibli.com
Shopee Indonesia
iStyle ID
Bisnis

Perusahaan Berbasis Data Lebih Optimistis Hadapi Masa Depan

299
×

Perusahaan Berbasis Data Lebih Optimistis Hadapi Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Data, Data Center. Kredit: Ian Battaglia via Unsplash

“Semua data ini dapat dan harus dimanfaatkan membantu Anda untuk memajukan bisnis. Data adalah keunggulan kompetitif. Apa yang telah kita lihat lewat pandemi adalah penggunaan data secara efektif menjadi pembeda antara bisnis yang berkembang dan bertahan,” tutur Chief Product Officer Tableau Francois Ajenstat dalam event Tableau Live Asia Pacific.

Menurut Francois, di dunia baru ini, setiap orang adalah orang dengan data, setiap proses adalah proses data, dan setiap perusahaan adalah perusahaan data. Untuk itu, perusahaan perlu menempatkan sistem analitik dalam aliran bisnis untuk menghasilkan data yang dapat ditindaklanjuti.

Gulir ke Bawah
Blibli.com
Selamat Membaca

Sebelumnya, JY Pook mengatakan perusahaan di Asia Pasifik saat mengincar pertumbuhan. Dan, banyak dari mereka telah menyadari data merupakan kebutuhan yang dapat menggerakan perubahan perusahaan sekaligus mewujudkan peluang di masa depan.

“Karena perusahaan yang membuat keputusan berdasarkan data akan lebih percaya diri dan optimistis,” tuturnya. Hal ini turut didukung dengan laporan YouGov yang menyebut perusahaan berbasis data di Asia Pasifik dan Jepang dua kali lebih optimistis, ketimbang perusahaan yang tidak berbasis data.

Menurutnya, berbekal data yang dimiliki, perusahaan dapat bereaksi lebih cepat dan lebih cerdas. Tidak hanya itu, mereka juga dapat berkolaborasi dengan lebih baik.

“Data dapat membuka inovasi dan customer value untuk memberikan pengalaman lebih luas, dan keterlibatan lebih dalam dengan pelanggan. Hal ini mendorong outcome bisnis yang lebih baik,” ujar JY Pook menjelaskan.

Namun untuk mulai menjadi perusahaan berbasis data, JY Pook menekankan beberapa hal penting. Salah satunya adalah memikirkan tentang tools yang akan digunakan untuk semua orang sekaligus melihat apakah mereka memahami data yang dimiliki.

Selain itu, perusahaan juga harus mengetahui cara memanfaatkan data yang ada di organisasi. Terakhir, perusahaan harus mengetahui kesulitan dari teknologi yang akan diterapkan di organisasinya. Dalam hal ini, JY Pook mengatakan perusahaan memerlukan fleksibilitas dan agility dalam teknologi yang dipakainya, sehingga dapat beradaptasi dengan perubahan. “Harus dipahami, transformasi data ini bukan proses linear, melainkan sesuatu yang terus berkembang,” ucapnya mengakhiri. (sumber: liputan6)

I Love Wallpaper Store