Minggu, September 24Selamat Datang di Media Warta-1, Selamat Membaca

Majukan Bisnis Melalui Transformasi Digital Berbasis Data

Ilustrasi Data Analyst. Kredit: PhotoMIX-Company via Pixabay

Pandemi harus diakui telah membawa perubahan bagi pelaku bisnis yang berujung pada akselerasi tranformasi digital.

Namun tidak sekadar transformasi digital, Chief Product Officer Tableau Francois Ajenstat mengatakan perubahan yang dimaksud adalah transformasi data.

“Semua data ini dapat dan harus dimanfaatkan membantu Anda untuk memajukan bisnis. Data adalah keunggulan kompetitif. Apa yang telah kita lihat lewat pandemi adalah penggunaan data secara efektif menjadi pembeda antara bisnis yang berkembang dan bertahan,” tuturnya dalam event Tableau Live Asia Pacific.

Menurut Francois, di dunia baru ini, setiap orang adalah orang dengan data, setiap proses adalah proses data, dan setiap perusahaan adalah perusahaan data. Untuk itu, perusahaan perlu menempatkan sistem analitik dalam aliran bisnis untuk menghasilkan data yang dapat ditindaklanjuti.

Dalam hal ini, Tableau membantu perusahaan untuk menyederhanakan proses analitik tersebut. Jadi, Tableau hadir dengan solusi panel tunggal yang dapat membantu perusahaan mengelola dan menganalisis semua data miliknya.

“Kami akan memudahkan Anda membuka kunci, menganalisis, dan menindaklanjuti data dari database cloud ke API data local atau ke aplikasi. Semua tersedia di Tableau dengan satu klik,” ujarnya melanjutkan.

Francois melanjutkan, Tableau dapat membantu perusahaan mengelola semua data tersebut dengan keamanan, tata kelola, hingga wawasan yang sesuai kebutuhan. Tableau juga hadir dengan sistem yang terintergasi Salesforce untuk memudahkan perusahaan melihat gambaran lengkap para pelanggan.

Tableau juga mendukung kolaborasi dengan sistem lain, seperti Microsoft Teams dan Slack. Dengan cara ini, perusahaan dapat langsung memulai percakapan sekaligus mengambil tindakan berdasarkan data yang diperoleh dalam satu platform.

“Sekarang Anda dapat berbicara dengan data. Ini akan menjadi game changer. Mereka mengubah cara Anda berinteraksi dengan data dan tool kolaborasi memungkinan hal tersebut,” ujar Francois menjelaskan.

Tidak hanya itu, Tableau juga mengembangkan teknik kecerdasan buatan di luar data science, sehingga memungkinkan mereka menganalisis dan menjawab pertanyaan dengan lebih baik. Cara ini, menurut Francois, memungkinkan perusahaan berinteraksi dengan data, layaknya melakukan penelusuran di Google. (sumber: liputan6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *